Kenapa ada orang makan banyak tapi tetap langsing? Ini kata dokter gizi
Pernah kah Anda merasa heran, melihat orang yang bisa menyantap nasi goreng lengkap dengan dessert, tetapi bentuk tubuhnya tetap ramping?
Sementara sebagian orang lain merasa makan sedikit saja sudah membuat jarum timbangan bergeser naik.
Hal ini kerap memunculkan anggapan bahwa ada orang yang "kebal gemuk".
Namun, benarkah demikian?
Menurut dokter gizi klinik, kondisi tersebut bukan mitos, melainkan bisa dijelaskan secara ilmiah.
Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MSc, MS, Sp.GK, Subsp.K.M dari RS Cipto Mangunkusumo menjelaskan bahwa perbedaan berat badan antarindividu dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik, metabolisme, dan gaya hidup.
Faktor genetik berperan, tapi bukan penentu tunggal
Dr. Fiastuti menjelaskan, meski secara umum gen manusia hampir 99,9 persen sama, terdapat perbedaan kecil yang disebut polimorfisme gen.
Perbedaan inilah yang membuat respons tubuh setiap orang terhadap makanan dan aktivitas fisik menjadi tidak sama.