Trump kirim lebih banyak pasukan ke Timur Tengah, pasar AS kian bergolak
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, belum lama ini menyebut pemerintahannya tengah mempertimbangkan untuk mengurangi (winding down) operasi militer di Timur Tengah. Namun, pernyataannya itu justru memicu tanda tanya besar di pasar global.
Pasalnya, apa yang disampaikan bos Gedung Putih itu justru kontradiktif dengan langkah Washington yang baru saja mengumumkan pengiriman tambahan kapal perang dan pasukan Marinir AS ke Timur Tengah di saat masih berkecamuknya perang dengan Iran.
Ketidakpastian arah kebijakan AS tersebut mencuat setelah lonjakan harga minyak mentah kembali menyeret bursa saham AS ke zona merah. Pada penutupan perdagangan Jumat (20/3) sore waktu AS atau Sabtu (21/3) pagi WIB, indeks S&P 500 ditutup merosot 100,01 poin atau 1,51% ke level 6.506,48.
Sementara indeks Nasdaq anjlok 443,08 poin atau 2,01% ke level 21.647,61. Adapun indeks Dow Jones terkoreksi 443,96 poin atau 0,96% ke level 45.577,47.